THERAPHY WHIRL POOL BATH
ALAT THERAPY WHIRL POOL BATH
Oleh:
Ariel kurniawan pratama (P22040123007)
MAHASISWA PROGRAM STUDI DIPLOMA III
JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK
KEMENKES POLTEKKES JAKARTA II
Dosen pengampu: Agus Komarudin, S.T, M.T.
PENDAHULUAN
BEBERAPA KOMPONEN UTAMA DALAM WHIRL POOL BATH
- Pompa air: Mengalirkan air dari bak ke lubang-lubang kecil di sekitar bak.
- Lubang-lubang air: Menghasilkan aliran air dan gelembung-gelembung yang memberikan efek pijatan.
- Nozzle: Menyemprotkan air dengan tekanan untuk memberikan sensasi pijatan.
- Sistem sirkulasi: Mengatur pergerakan dan aliran air di dalam bak.
PRINSIP
KERJA
PROSEDUR PENGGUNAAN ALAT THERAPHY WHIRL POOL BATH YANG HARUS DIJELASKAN KEPADA PASIEN / PENGGUNA:
Persiapan Awal
a. Cucian Bak Pastikan bak whirlpool sudah bersih sebelum digunakan. Cuci dengan sabun dan bilas hingga bersih.b. Isi Air Hangat Isi bak dengan air hangat pada suhu yang nyaman (biasanya antara 37°C hingga 40°C).
Langkah pengoperasian Alat
Jika alat memiliki mode gelombang, pulsation, atau kecepatan variabel, ikuti petunjuk manual untuk mengatur mode yang diinginkan.
2. Atur Suhu dan Kecepatan untuk menyesuaikan temperatur air dengan mengatur kran air panas dan dingin sesuai kebutuhan
3. Kontrol kecepatan gelembung udara dengan menekan tombol kecepatan atau memutar nozel pada alat.
4. Masuk ke dalam Bak setelah itu pasien akan melakukan beberapa gerakan untuk mencari posisi yang nyaman yaitu:
- Duduk atau berbaring di dalam bak dengan posisi yang nyaman, pastikan seluruh area yang ingin diterapi terendam dalam air.
- Pasien dapat melakukan gerakan ringan untuk meningkatkan manfaat terapi, seperti menggerakkan ekstremitas dengan bantuan turbulensi atau melawan turbulensi yang dapat diatur.
- Durasi terapi biasanya berkisar antara 15 hingga 30 menit, tergantung pada kondisi pasien dan tujuan terapi.
Setelah alat selesai digunakan
2. Keringkan Tubuh Keluarkan pasien dari bak dan keringkan tubuh dengan handuk bersih untuk menghindari hipotermia.
TEKNIK PENGAPLIKASIAN WHIRL POOL BATH
1. Tangki pusaran air diisi dengan air
2. Periksa suhu air dengan tangan dan termometer
3. Sesuaikan posisi pasien sesuai dengan bagian tubuh yang dirawat dan pertimbangkan kenyamanan dan keamanan
4. Jelaskan prosedur dan pastikan pasien merasa tenang
5. Masukkan bagian tubuh ke dalam air
6. Dorong pasien untuk bergerak sambil menjaga bagian tubuh di bawah air selama perawatan jika melibatkan sendi
7. Setelah perawatan selesai, keringkan bagian tubuh dan bungkusnya agar tetap hangat
JENIS-JENIS WHIRL POOL BATH
Low Buoy Tank dirancang agar dewasa dapat duduk di dalamnya. Kapasitas tangki ini biasanya berkisar dari 75 hingga 105 galon. Desain ini ideal untuk merawat semua bagian tubuh, termasuk bagian atas dan tengah, dengan memungkinkan pasien untuk bergerak dan melakukan eksersise selama pengobatan.
Extremity Tank dirancang khusus untuk merawat ekstremitas (tangan atau kaki). Ukuran tangki ini dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan pengobatan, seperti merawat lengan atau kaki secara independen. Eksersise yang dilakukan selama pengobatan dapat membantu meningkatkan jangkauan gerak dan memperkuat otot serta sendi.
Hubbard Tank adalah tangki yang cukup besar dan ramping, dirancang untuk melakukan eksersise dinamis maupun pasif. Tangki ini sering digunakan untuk debridemen (membersihkan jaringan mati) pada luka bakar dan cedera lainnya. Lebih luas dibandingkan dengan tangki lain, Hubbard Tank memungkinkan pasien melakukan berbagai macam eksersise selama pengobatan, sehingga sangat efektif untuk merawat kondisi-kondisi yang kompleks. Ukuran tangki ini biasanya berkisar dari 200 hingga lebih dari 400 galon, membuatnya ideal untuk pengobatan yang memerlukan ruang yang lebih besar.
JARAK
TEMPERATURE UNTUK PENGGUNA
a. Dingin: 55-65 derajat F peradangan akut
b. Sejuk: 65-80 derajat F peradangan akut
c. Tepid (Mendekati suhu inti tubuh): 80-95 derajat F, olahraga, peradangan akut yang tidak dapat ditoleransi, luka terbuka, Dec tone
d. Hangat: 96-99 derajat F, terbakar
e. Panas: 99-104 derajat F nyeri, ROM, jaringan lunak
f. Sangat panas: 104-110 derajat F kondisi kronis
EFEK
TERAPEUTIK
1. Whirl pool bath menggabungkan panas konduktif dengan pijatan lembut
2. Tindakan sedatif (menenangkan / merelaksasi)
3. Mengurangi rasa sakit melalui rangsangan yang bekerja melalui mekanisme penghambatan rasa sakit
4. Mengendurkan kejang otot
MANFAAT PENGGUNAAN WHIRL POOL BATH
- Menghasilkan vasodilatasi (Pelebaran pembulu darah): Whirlpool bath membantu memperlebar pembuluh darah, meningkatkan aliran darah yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan mengurangi risiko serangan jantung.
- Meningkatkan sirkulasi arteri dan limfatik local (pembengkakan di dekat area infeksi): Air hangat dalam whirlpool meningkatkan sirkulasi darah dan limfa, yang penting untuk mengangkut nutrisi dan mengeluarkan racun dari tubuh
- Melunakkan jaringan parut (Bekas luka) : Suhu hangat dapat membantu melunakkan jaringan parut, Membuatnya lebih fleksibel dan mengurangi ketidaknyamanan.
- Memecah adhesi lama setelah patah tulang atau keseleo: Whirlpool dapat membantu mengurangi kekakuan dan adhesi pada area yang cedera, mempercepat pemulihan.
- Membersihkan dan merangsang luka: Air hangat membantu membersihkan luka dengan membuka pori-pori kulit, mempercepat proses penyembuhan.
- Menghilangkan kotoran, jaringan mati, dan nanah secara mekanis: Aliran air dalam whirlpool berfungsi untuk membersihkan area yang terinfeksi atau terluka secara efektif.
- Menyebabkan regresi proses inflamasi: Berendam dengan air hangat pada whirl pool bath dapat menurunkan peradangan dengan meningkatkan sirkulasi dan mengurangi ketegangan otot.
- Mengurangi edema dan efusi (penumpukan cairan): Whirlpool bath membantu mengurangi pembengkakan dengan meningkatkan drainase limfatik dan sirkulasi darah.
WASPADA
TERHADAP EFEK SAMPING
Kondisi buruk yang mungkin muncul penggunaan
whirl pool bath dapat memberikan manfaat yang signifikan dalam pengobatan
berbagai kondisi, tetapi juga dapat menyebabkan beberapa efek samping yang
perlu diwaspadai antara lain:
1. Kulit Pucat: Kulit pucat dapat terjadi karena kurangnya aliran darah ke kulit atau karena hipoperfusi (penurunan perfusi darah). Namun, dalam konteks penggunaan whirl pool bath, kulit pucat jarang terjadi karena air hangat biasanya meningkatkan aliran darah. Jika kulit pucat terjadi, maka perlu dicatat apakah ada kondisi underlying seperti anemia atau gangguan sirkulasi darah yang lebih serius.
2. Menggigil: Menggigil dapat terjadi karena perubahan suhu tubuh yang tajam atau karena respons tubuh terhadap stimulus air hangat. Hal ini relatif normal dan biasanya tidak berlangsung lama. Namun, jika menggigil persisten, maka perlu dinilai apakah ada kondisi lain yang lebih serius seperti hipotermia atau infeksi.
3. Pusing: Pusing dapat disebabkan oleh perubahan tekanan darah yang cepat atau karena hiperventilasi. Pada penggunaan whirl pool bath, pusing biasanya disebabkan oleh hiperventilasi yang terjadi ketika seseorang bernapas terlalu dalam dan frekuensi napas yang tinggi. Hal ini dapat dicegah dengan meminta pasien untuk bernapas santai dan stabil.
4. Denyut Nadi Cepat dan Lemah: Denyut nadi cepat dan lemah dapat terjadi karena respons tubuh terhadap stimuli air hangat. Denyut nadi cepat dapat disebabkan oleh vasodilatasi yang meningkatkan aliran darah, sedangkan denyut nadi lemah dapat disebabkan oleh hipovolemia (kekurangan cairan dalam tubuh). Namun, pada umumnya, denyut nadi cepat dan lemah tidak berlangsung lama dan tidak berdampak negatif signifikan.
5. Sakit Kepala: Sakit kepala dapat disebabkan oleh perubahan tekanan darah, hiperventilasi, atau karena reaksi individual terhadap air hangat. Secara umum, sakit kepala yang timbul dari penggunaan whirl pool bath biasanya ringan dan tidak berlangsung lama. Namun, jika sakit kepala persisten atau parah, maka perlu dinilai apakah ada kondisi lain yang lebih serius seperti migrain atau sinusitis.
6. Peningkatan Edema: Peningkatan edema dapat terjadi jika penggunaan whirl pool bath tidak tepat, misalnya jika air hangat terlalu panas atau jika pasien memiliki kondisi pre-existing seperti varises atau gangguan peredaran darah perifer. Peningkatan edema dapat dicegah dengan memilih temperatur air yang tepat dan memonitor kondisi pasien secara ketat.
7. Penurunan ROM (Range of Motion): Penurunan ROM dapat terjadi jika pasien tidak bergerak secara adekuat selama pengobatan. Untuk mencegah penurunan ROM, pasien harus diajak untuk bergerak dan melakukan gerakan yang relevan dengan area tubuh yang sedang diregangkan. Gerakan pasif atau aktif dapat membantu meningkatkan fleksibilitas dan ROM tanpa menimbulkan stres ekstra pada sendi.
8. Hiperventilasi “Mabuk laut”: Hiperventilasi "mabuk laut" biasanya timbul karena respons tubuh terhadap stimuli air hangat yang tajam. Pasien yang hiperventilasi cenderung bernapas terlalu dalam dan frekuensi napas yang tinggi. Gejala ini dapat dicegah dengan meminta pasien untuk bernapas santai dan stabil. Selain itu, pasien juga harus diajak untuk relaksasi otot dan menghilangkan tekanan mental yang mungkin menyumbang gejala ini.
KONTRA
INDIKASI WHIRL POOL BATH THERAPY
1. Variates (Varises): Variates atau varises adalah kondisi di mana pembuluh darah vena besar menjadi bengkak dan tidak elastis. Penggunaan whirl pool bath dapat memburukkan situasi ini karena air hangat dapat meningkatkan aliran darah ke daerah yang sudah sensitif. Oleh karena itu, orang dengan variates harus hindari penggunaan whirl pool bath untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
2. Arteriosklerosis Lanjut: Arteriosklerosis lanjut adalah kondisi di mana pembuluh darah arteri menjadi keras dan sempit. Penggunaan whirl pool bath dapat meningkatkan aliran darah ke daerah tersebut, tetapi bagi individu dengan arteriosklerosis lanjut, hal ini dapat menyebabkan tekanan darah turun drastis dan potensi stroke atau insufisiensi jantung. Oleh karena itu, penggunaan whirl pool bath harus dipertimbangkan dengan hati-hati dan dibawah supervisi dokter.
3. Penyakit Pembuluh Darah Perifer Lanjut: Penyakit pembuluh darah perifer lanjut (PAD) menyebabkan kurangnya aliran darah ke ekstremitas. Penggunaan whirl pool bath dapat meningkatkan aliran darah, tetapi bagi individu dengan PAD lanjut, hal ini dapat menyebabkan gangguan fungsi jantung dan otot. Oleh karena itu, penggunaan harus dikonsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan instruksi yang tepat.
4. Pasien Demam: Orang yang demam memiliki sistem imun yang lemah dan rentan terhadap infeksi. Penggunaan whirl pool bath dapat meningkatkan risiko infeksi kulit atau abses, terutama jika ada luka terbuka. Oleh karena itu, pasien demam harus dihindari dari penggunaan whirl pool bath sampai konditsinya stabil.
5. Cangkok Kulit Terbaru: Setelah cangkok kulit, kulit masih dalam proses penyembuhan dan rawan terhadap iritasi. Penggunaan air hangat dapat memperlambat proses penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi. Oleh karena itu, pasien yang baru saja menjalani cangkok kulit harus dihindari dari penggunaan whirl pool bath minimal selama beberapa minggu pertama setelah operasi.
6. Gangguan Peredaran Darah: Gangguan peredaran darah dapat menyebabkan penumpukan cairan di jaringan dan meningkatkan risiko edema. Penggunaan whirl pool bath dapat memperburuk kondisi ini dengan meningkatkan aliran darah ke daerah yang sudah sensitif. Oleh karena itu, pasien dengan gangguan peredaran darah harus diobservasi ketat saat menggunakan whirl pool bath.
7. Pendarahan Aktif : Pendarahan aktif adalah kondisi di mana ada kehilangan darah yang cukup banyak dan belum terkontrol sepenuhnya. Penggunaan air hangat dapat memperburuk kondisi ini dengan meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, sehingga meningkatkan risiko kehilangan darah lebih banyak lagi. Oleh karena itu, pasien dengan pendarahan aktif harus dihindari dari penggunaan whirl pool bath sampai konditsinya stabil.
8. Luka Terbuka: Luka terbuka adalah kondisi di mana kulit rusak dan terbuka. Penggunaan air hangat dapat memperlambat proses penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi. Selain itu, air hangat juga dapat mengganggu proses debridemen (penghapusan jaringan mati) yang penting untuk penyembuhan luka. Oleh karena itu, pasien dengan luka terbuka harus dihindari dari penggunaan whirl pool bath sampai luka semakin baik dan tidak lagi berpotensi infeksi.
9. Perdarahan: Perdarahan adalah kondisi di mana ada kehilangan darah yang cukup banyak. Penggunaan air hangat dapat memperburuk kondisi ini dengan meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, sehingga meningkatkan risiko kehilangan darah lebih banyak lagi. Oleh karena itu, pasien dengan perdarahan harus dihindari dari penggunaan whirl pool bath sampai konditsinya stabil.
10. Alergi Kulit: Alergi kulit dapat menyebabkan reaksi kuat terhadap zat-zat tertentu, termasuk detergen dan bahan kimia lainnya yang mungkin terkandung dalam air whirl pool. Penggunaan whirl pool bath dapat menyebabkan iritasi kulit yang parah dan bahkan anafilaksis (reaksi alergi yang sangat berbahaya). Oleh karena itu, pasien dengan alergi kulit harus dihindari dari penggunaan whirl pool bath sampai konditsinya stabil dan direkomendasikan oleh dokter.
KESIMPULAN
Whirlpool bath adalah terapi yang
melibatkan berendam dalam bak berisi air, di mana motor kecil menggerakkan air
untuk memberikan efek hidroterapi pada tubuh. Prinsip kerjanya menggabungkan
suhu air dan efek mekanik dari turbulensi yang dihasilkan, yang dapat membantu
meningkatkan sirkulasi darah dan mempercepat penyembuhan area yang terluka.
Suhu air dapat bervariasi, dengan air hangat yang berkisar antara 36-45 derajat
Celcius untuk meningkatkan sirkulasi dan air dingin untuk mengurangi
pembengkakan.
Sangat membatu artikelnyaπ
BalasHapusπππ
BalasHapusArtikel yang sangat berkualitas tinggi ππ
BalasHapusKeren
BalasHapusKeren ππ
BalasHapusMantap sangat berkualitas
BalasHapusKeren
BalasHapusBagus
BalasHapusMantapp
BalasHapussangat bermanfaat
BalasHapuskeren bngt
BalasHapusbermanfaat
BalasHapusMantap bang
BalasHapus